Chiller condenser with GPHE hadir sebagai teknologi yang berfungsi untuk membuang panas yang telah diserap oleh refrigeran dalam sistem atau proses pendinginan. Selanjutnya, GPHE juga akan mengubah refrigeran yang sebelumnya berupa gas bertekanan tinggi menjadi air. penggunaan sistem kerja ini pada kondensor chiller yang berguna untuk meningkatkan efisiensi.
Proses transfer panas yang tinggi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan menghemat banyak energi. Selain itu, kondensor chiller yang menggunakan GPHE ini juga memiliki ukuran yang lebih ringkas sehingga tidak banyak menghabiskan tempat. Proses perawatannya yang mudah membuat produk kondensor chiller GPHE ini banyak dicari di pasaran.
Cara Kerja Chiller Condensor dengan GPHE
Proses atau cara kerja dari kondensor chiller dengan GPHE ini dimulai dari proses refrigerant dalam bentuk gas yang menyerap panas dari evaporator atau pendinginan utama. Setelah itu gas masuk ke kondensor dengan suhu dna juga tekanan tinggi. setelah masuk ke GPHE, refrigeran panas bersirkulasi melalui plat-plat terpisah dari aliran air pendingin.
Akan terjadi proses pemindahan panas dari refrigerant melalui plat-plat GPHE tersebut ke air pendingin. Setelah melalui proses ini, kemudian dilanjutkan atau dialirkan ke arah menara pendingin untuk dibuang ke lingkungan. Proses perubahan refrigerant gas menjadi cairan bertekanan tinggi dari pelepasan panas ini disebut dengan kondensasi.
Untuk refrigeran cair yang sudah dingin akan dialirkan ke katup ekspansi supaya tekanannya bisa diturunkan. Setelah itu, masuk kembali ke evaporator untuk memulai siklus pendinginan berikutnya. Proses kerja kondensor chiller with GPHE ini lebih simple dibandingkan dengan produk jenis lainnya. Selain cara kerja, Kamu juga perlu tahu bagaimana proses perawatan kondensor jenis ini!
Metode Perawatan Chiller Condensor dengan GPHE
1. Pembersihan Kondensor GPHE
Jenis perawatan pertama yaitu membersihkan fin coil secara berkala. Proses pembersihan fin coil ini normalnya dilakukan setiap 2 bulan sekali. Kamu juga perlu membersihkan fin coil ini dari bagian luar dan dalam. Pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan air bersih. Namun jika diperlukan, Kamu bisa menggunakan detergen dan juga tekanan tinggi maksimal 20 bar.
Selin membersihkan Fan Coil, lakukan juga pemeriksaan mtor fan kondensor secara rutin atau 2 bulan sekali untuk memastikan bahwa semua motor bekerja dengan normal. Pengecekan perlu dilakukan oleh tenaga ahli profesional agar proses pembersihan lebih maksimal tanpa ada sedikitpun yang terlewatkan.
2. Pemeriksaan dan Perawatan Sistem Pendinginan
Selanjutnya, condensor chiller with GPHE juga perlu diperiksa pada sistem pendinginnya. Pertama, Kamu bisa melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kandungan mineral dan zat terlarut lainnya. Kemudian ada juga pemeriksaan tekanan air pendingin yang dilakukan dengan blowdown secara berkala.
Blow down dilakukan untuk mengurangi kadar kandungan mineral yang berlebihan. Pemeriksaan yang tidak kalah penting adalah berkaitan dengan kebocoran refrigerant dan oli. Kelistrikan dan komponen keselamatan juga tidak boleh dilupakan dalam proses perawatan kondensor chiller dengan GPHE ini
3. Penggantian Filter dan Pemeriksaan Thermoscan
Perawatan chiller condenser with GPHE terakhir yaitu dengan mengganti filter oli dan refrigerant secara berkala sesuai jadwal perawatannya. Selain itu, periksa juga thermoscan pad panel listrik setiap tahun untuk mendeteksi terjadinya masalah panas berlebih.
Proses pemantauan kinerja dan juga perawatan kondensor chiller dengan GPHE ini tentu perlu dilakukan secara rutin. Proses pengecekannya juga harus dilakukan oleh tenaga ahli yang tersertifikasi. Mastercool menjadi salah satu rekomendasi perusahaan yang memberikan jasa layanan pemeriksaan dan perawatan kondensor chiller dengan tenaga ahli yang profesional dan bersertifikasi.