Pemakaian HVAC sangat penting untuk menjaga kualitas dan kenyamanan suhu dalam ruangan sehingga biasa dipakai industri, perkantoran, bangunan atau mall. Namun, pemakaiannya perlu diperhatikan agar terhindari dari masalah teknis dan kesehatan. Pada umumnya, penyebab kerusakan HVAC sangat umum.
Sebelum memakainya, anda harus mempelajari apa saja kesalahan umum. Hal ini membantu anda menjaga performa sistem. Bahkan, anda bisa mengatasinya sendiri tanpa memanggil teknisi atau jasa servis yang menguras uang. Berikut apa saja kesalahan yang wajib dihindari dalam pemasangan serta pemakaian HVAC.
Kesalahan Umum Pemakaian HVAC dan Tips Mengatasi
1. Udara Kotor
Kesalahan umum pertama yakni pemasangan HVAC di ruang dengan udara yang buruk. Sebab, distribusi udara sangatlah penting untuk menjaga kelembaban dan suhu ruangan. Misalnya, HVAC tanpa distribusi udara yang cukup di ruang tanam berdampak buruk pada hasil tanaman.
Perlu dicatat bahwa kualitas udara yang rendah menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulai dari alergi hingga gangguan pernapasan. Hal ini biasa disebabkan oleh penumpukan allergen serta debu di dalam filter. Untuk mengatasinya, anda harus membersihkan ductwork secara rutin.
2. Rute yang Kurang Optimal
Kebanyakan teknisi HVAC merencanakan rute secara manual sehingga membuat rute kurang efisien dan pemakaian bahan bakar pun meningkat. Rute kurang efisien juga membebankan biaya operasional yang sangat tinggi karena membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Anda bisa memanfaatkan planner untuk memastikan jalur perjalanan semakin efisien.
3. Aliran Udara Tersumbat
Energy efficient HVAC sering mengalami penyumbatan pada aliran udara karena filternya yang kotor atau tersumbat. Hal ini menurunkan efisiensi sistem dan meningkatkan tekanan pada kompresor. Tidak perlu khawatir karena anda bisa membersihkan filter udara atau menggantinya sesuai rekomendasi.
4. Overheat
Heat pump adalah komponen utama HVAC yang harus diperhatikan karena perannya yang cukup penting dalam mengatur suhu ruangan. Salah satunya yakni overheat yang mengganggu kinerja pendinginan serta pemanasan. Overheat biasa disebabkan oleh sirkulasi yang kurang optimal atau kebocoran refrigerant karena tekanan sistem.
Anda harus memeriksanya secara berkala agar segera mendeteksi adanya masalah. Jika kurang yakin, anda bisa meminta teknisi untuk melakukan pengecekan secara berkala. Dengan begitu, anda terhindar dari kebocoran yang dapat mengganggu kinerja unit dalam menawarkan kenyamanan ruangan.
5. Refrigen Bocor
Masalah umum yang cukup serius yakni kebocoran pada refrigerant yang dapat menurunkan efisiensi pendinginan. Bahkan, jika dibiarkan, hal ini dapat merusak komponen penting pada unit. Refrigerant harus berada dalam jumlah yang tepat untuk mendinginkan udara dengan baik. Jika baru saja memasang unit, anda harus memeriksa setiap komponen secara berkala agar bisa menghindari permasalahan unit.
Sebelumnya, anda perlu mengenali tanda-tanda kebocoran yang bisa anda waspadai yakni penurunan suhu udara, pembentukan es di unit luar serta peningkatan biaya energi yang tidak biasa. Jika anda mengalaminya, segera hubungi penyedia layanan unit atau teknisi agar segera diatasi.
6. Mengabaikan Perawatan
Kebanyakan pengguna mengabaikan pemeliharaan HVAC sehingga membuat kinerja mesin semakin buruk. Sebab, seiring berjalannya waktu, peralatan HVAC menjadi kotor, rusak serta aus. Mengabaikan pemeliharaan dapat memperpendek ketahanan dan pemakaian unit. Maka dari itu, sangat disarankan merancang jadwal pemeliharaan secara rutin.
Pemakaian HVAC membutuhkan pertimbangan dengan matang karena anda harus merawatnya secara berkala. Sangat disarankan menghindari kesalahan-kesalahan umum seperti di atas agar menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat. Jika ada kerusakan pada komponen, segera hubungi Mastercool yang siap melayani segala permasalahan HVAC.