Selain menawarkan air conditioner yang umum dipakai di rumah-rumah, AC Gree Jakarta memiliki unit cold storage yang dikembangkan menggunakan kompresor pendingin berkinerja tinggi.
Anda dapat memanfaatkan unit tersebut untuk kebutuhan komersial, industri, maupun pertanian. Misalnya untuk penyimpanan buah dan sayur atau pembekuan makanan, dengan struktur yang ringkas sekaligus andal. Namun Anda perlu mengenal jenis-jenis cold storage terlebih dahulu supaya tahu mana yang sebaiknya dipilih. Ada apa saja? Yuk simak.
Macam-Macam Cold Storage
1. Chiller Room
Cold storage punya banyak jenis yang utamanya dibedakan berdasarkan rentang suhu operasional dan kecepatan pendinginannya. Dengan jenis yang beragam tersebut, maka cold storage dapat disesuaikan terhadap kebutuhan spesifik produk, kapasitas muatan, serta durasi penyimpanannya.
Jenis pertama ada chiller room dengan suhu 0°C-10°C. Dengan suhu tersebut, chiller room cocok untuk produk segar seperti buah, sayur, dan bahan makanan olahan. Suhunya yang dingin bisa membantu memperlambat pembusukan pada berbagai produk ini.
Biasanya chiller room banyak ditemukan di industri makanan, restoran, supermarket, hingga hotel. Jenis unit yang digunakan bisa berbentuk split (mesin terpisah) atau plug-in (kompak) dengan kapasitas mulai dari 1.5 ton hingga skala industri.
2. Freezer Room
Cold storage Jakarta juga ada yang jenis freezer room. Jenis ini digunakan untuk produk-produk yang memerlukan pembekuan agar tahan lama. Contohnya jika Anda memiliki bisnis dengan produk daging, seafood, atau ice cream, maka cocok menggunakan cold storage jenis freezer room ini.
Memiliki suhu -18°C hingga -25°C, ruangan khusus tersebut dapat memperpanjang masa simpan produk dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusukan secara drastis.
Jadi suhu freezer room lebih dingin dari chiller room, dimana suhunya mencapai minus sehingga dapat membekukan produk. Unit biasanya menggunakan panel insulasi atau sandwich panel, serta sistem pendingin plug-in atau split yang tersedia dalam kapasitas bervariasi.
3. Blast Chiller
Sama seperti chiller biasa, blast chiller termasuk dalam kategori cold storage Jakarta yang berguna untuk mendinginkan produk. Namun blast chiller ini punya fungsi khusus sebagai rapid cooling atau alat pendingin cepat.
Jadi bukan hanya sekadar menyimpan dalam kondisi dingin, tapi blast chiller dapat menurunkan suhu makanan panas secara drastis. Misalnya dari suhu 70°C menjadi 3°C hanya dalam waktu 90 menit. Oleh karena itu, fokusnya lebih pada proses chilling sebelum disimpan di ruang pendingin biasa.
4. Blast Freezer
Selain blast chiller, ada juga jenis blast freezer yang memiliki suhu mencapai -40°C hingga -30°C. Jenis ini banyak digunakan pada industri seafood, berguna untuk membekukan produk dalam waktu sangat cepat agar dapat menjaga tekstur dan kualitasnya.
Karena fungsinya untuk pembekuan cepat, blast freezer sedikit berbeda dengan freezer room yang digunakan untuk penyimpanan jangka panjang. Blast freezer ini beroperasi pada suhu ekstrem untuk menurunkan suhu inti produk dengan sangat cepat, memastikan produk mencapai suhu beku yang dibutuhkan sebelum disimpan dalam waktu lama.
5. Portable Cold Storage
Sesuai dengan namanya, jenis portable cold storage adalah unit pendingin bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya seperti kontainer yang biasa digunakan selama transportasi untuk menjaga suhu produk dalam perjalanan.
Suhu portable cold storage umumnya berkisar antara -40°C hingga 10°C, tergantung pada jenis mesin yang digunakan dan jenis komoditas. Misalnya menggunakan suhu chiller sekitar 0°C-10°C untuk produk segar, kemudian menggunakan suhu -20°C sampai -40°C untuk produk yang butuh pembekuan.
Itu dia macam-macam cold storage untuk penyimpanan produk industri. Mana yang sebaiknya dipilih? Tentu Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing, apakah untuk pembekuan atau sekadar pendinginan. Biasanya banyak perusahaan jasa HVAC Jakarta yang menyediakan cold storage dengan berbagai jenis, jadi silakan pilih sesuai kebutuhan.